Wednesday, June 30, 2010

Ketika Iblis dipaksa jujur part 2

Ketika Iblis Dipaksa Jujur oleh Allah SWT Bahagian 2

Nabi berkata : "Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu?".
Iblis : "Pemakan riba".
Nabi : "Siapa teman kepercayaanmu [shadiq] ?".
Iblis : "Penzina".
Nabi : "Siapa teman tidurmu?".
Iblis : "Orang yang mabuk".
Nabi : "Siapa tamumu?".
Iblis : "Pencuri".
Nabi: "Siapa utusanmu?".
Iblis : "Tukang Sihir".
Nabi : "Apa kesukaanmu?".
Iblis : "Orang yang bersumpah cerai".
Nabi : "Siapa kekasihmu ?".
Iblis : "Orang yang meninggalkan sholat Jumaat".
Nabi : "Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu ?".
Iblis : "Ringkikan kuda untuk berperang di jalan Allah".
Nabi :" Apa yang melelehkan badanmu ?".
Iblis: "Taubatnya orang yang bertaubat".
Nabi: "Apa yang menggosongkan [membuat panas] hatimu?".
Iblis: "Istighfar yang banyak kepada Allah siang-malam ".
Nabi: "Apa yang memuramkan wajahmu (membuat merasa malu dan hina)?".
Iblis: "Zakat secara sembunyi-sembunyi".
Nabi: "Apa yang membutakan matamu?".
Iblis: "Sholat diwaktu sahur [menjelang shubuh]".
Nabi: "Apa yang memukul kepalamu ?".
Iblis: "Memperbanyak sholat berjamaah".
Nabi: "Siapa yang paling boleh membahagiakanmu?".
Iblis : "Orang yang sengaja meninggalkan sholat ".
Nabi: "siapa manusia yang paling sengsara [celaka] menurutmu?".
Iblis: "Orang kikir / kedekut".
Nabi: "Siapa yang paling menyita pekerjaanmu [menyibukkanmu] ?".
Iblis: "Majlis-majlis ulama".
Nabi: "Bagaimana kamu makan ?".
Iblis: "Dengan tangan kiriku dan dengan jari-jariku".
Nabi: "Dimana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas?".
Iblis: "Dibalik kuku-kuku manusia".
Nabi: "Berapa keperluanmu yang kau mintakan kepada Allah?".
Iblis: "Sepuluh perkara".
Nabi: "Apa itu wahai terlaknat ?".
Iblis : "Aku minta kepada-Nya untuk agar saya dapat bersekutu dalam diri Bani Adam, dalam harta dan anak-anak mereka. Dia mengizinkanku bersekutu dalam kelompok  mereka. Itulah maksud firman Allah : "Dan hasutlah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka". (QS. 17:64)

Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan makanan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari syaitan ketika bersetubuh dengan isterinya maka syaitan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku. Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya adalah temannya. Itulah maksud firman Allah :" ……. , dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki ……". (QS. 17:64) .

Saya memohon kepada-Nya agar saya punya rumah, maka rumahku adalah kamar-mandi. Saya memohon agar saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku. Aku memohon agar saya punya al-Qur’an, maka syair adalah al-Qur’anku. Saya memohon agar punya azan, maka terompet adalah panggilan azanku. Saya memohon agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku. Saya memohon agar saya punya teman-teman yang menolongku, maka maka kelompok al-Qadariyyah menjadi teman-teman yang membantuku. Dan saya memohon agar saya memiliki teman-teman rapat, maka orang-orang yang menginfaqkan harta kekayaannya untuk kemaksiatan adalah teman rapat-ku.Ia kemudian membaca ayat :  Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya. (QS. 17:27)

Rasulullah berkata : "Andaikata tidak setiap apa yang engkau ucapkan didukung oleh ayat-ayat dari Kitabullah tentu aku tidak akan membenarkanmu". Lalu Iblis meneruskan : "Wahai Muhammad, saya memohon kepada Allah agar saya boleh melihat anak-cucu Adam sementara mereka tidak dapat melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku dapat mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku dapat berjalan kemanapun sesuai dengan kemahuanku dan dengan cara bagaimanapun. Kalau saya mau, dalam sesaatpun boleh.  Kemudian Allah berfirman kepadaku : "Engkau dapat melakukan apa saja yang kau minta". Akhirnya saya merasa senang dan bangga sampai hari kiamat. Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak daripada yang mengikutimu. Sebahagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari kiamat.

Saya memiliki anak yang saya beri nama Atamah. Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan sholat Isyak. Andaikata tidak karenanya tentu ia tidak akan tidur lebih dahulu sebelum mendirikan sholat. Saya juga punya anak yang saya beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan ketaatan ibadah dengan rahsia dan ingin menutupinya, maka anak saya tersebut sentiasa membatalkannya dan dipamerkan ditengah-tengah manusia sehingga semua manusia tahu. Akhirnya Allah membatalkan sembilan puluh sembilan dari seratus pahala-Nya sehingga yang tersisa hanya satu pahala, sebab, setiap ketaatan yang dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala. Saya punya anak lagi yang bernama Kuhyal. Ia bertugas mengusapi celak mata semua orang yang  berada di majlis pengajian dan ketika khatib sedang membacakan khutbah, sehingga, mereka mengantuk dan akhirnya tidur, tidak dapat mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama. Bagi mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala sedikitpun untuk selamanya.

Setiap kali ada perempuan keluar pasti ada syaitan yang duduk di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi kukunya. Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-orang yang melihatnya. Kedua syaitan itu kemudian berkata kepadanya, 'keluarkan tanganmu'. Akhirnya ia mengeluarkan tangannya, kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya. Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak dapat menyesatkan sedikitpun, akan tetapi saya hanya akan mengganggu dan menghiasi. Andaikata saya memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan, tentu saya tidak akan membiarkan segelintir manusia-pun di muka bumi ini yang masih sempat mengucapkan " Tidak ada Rabb selain Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya", dan tidak akan ada lagi orang yang sholat dan berpuasa. Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak memberikan hidayat sedikitpun kepada siapa saja, akan tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai amanah dari Rabb. 

Andaikata engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orang-pun kafir di muka bumi ini. Engkau hanyalah sebagai hujjah [argumentasi] Rabb terhadap makhluk-Nya.Sementara saya  hanyalah menjadi sebab celakanya orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi orang celaka.Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikanbahagia oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya. Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman dalam QS Hud : Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, (QS. 11:118) kecuali orang-orang yang diberi rahmat  oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan; sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (QS. 11:119) dilanjutkan dengan : Tidak ada suatu keberatan pun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu  ketetapan yang pasti berlaku, (QS. 33:38)".

Kemudian Rasulullah berkata lagi kepada Iblis : " Wahai Abu Murrah [Iblis], apakah engkau masih mungkin bertaubat dan kembali kepada Allah, sementara saya akan menjamin-mu masuk surga". Ia iblis menjawab : " Wahai Rasulullah, ketentuan telah memutuskan dan Qalam-pun telah kering dengan apa yang terjadi  seperti ini hingga hari kiamat nanti. Maka Maha Suci Rabb, yang telah menjadikanmu sebagai tuan para Nabi dan Khatib para penduduk surga. Dia, telah memilih dan mengkhususkan dirimu. Sementara Dia telah menjadikan saya sebagai tuan  orang-orang yang celaka dan khatib para penduduk neraka. Saya adalah makhluk celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dari apa  yang saya beritahukan kepadamu dan saya mengatakan yang sejujurnya". Segala puji hanya milik Allah SWT , Rabb Semesta  Alam, awal dan akhir, zahir dan batin.

Semoga selawat dan salam sejahtera tetap selalu diberikan kepada seorang Nabi yang Ummi dan kepada para keluarga dan sahabatnya serta para Utusan dan Para Nabi.  Hikmah dari Kisah tersebut di atas :
1. Kita perlu menguatkan lagi keyakinan, bahwa syaitan tidak punya kuasa sedikitpun bagi orang-orang yang disucikan-Nya.
2. Jadi keupayaan  kita adalah memohon kepada Allah Ta’Ala agar Dia redho dan berkenan membersihkan segala dosa baik sengaja maupun tidak untuk mendapatkan ampunan-Nya.
3. Bila kita semak, perbezaan asas keyakinan Iblis adalah tidak ada keinginannya untuk bertaubat, walaupun Rasulullah SAW telah menghimbaunya bahkan dengan menawarkan jaminan untuk mendapatkan ampunan. Dengan tegas Allah berfirman : Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal soleh, kemudian tetap di jalan yang benar. (QS. 20:82).
4. Bila kita amati halangan dan rintangan yang akan dilakukan oleh Iblis dari kisah tersebut membuatkan kesedaran bahawa keupayaan untuk menjalani kehidupan sungguh tidak mudah.
5. Hanya karena Maha Rahman dan Maha Rahiim-Nya sajalah kita akan selamat dalam menjalani kehidupan ini hingga akan selamat dari perangkap syaitan.Namun perlu juga diingat, Rasulullah juga pernah mengatakan bahwa Jihad Terbesar adalah Mengalahkan Hawa Nafsu Kita Sendiri


No comments:

Post a Comment