Khamis, 29 April 2010

Apakah Tawakal


PERNAH ditanyakan kepada Abu Yazid al-Bisthami, "Apakah tawakkal itu?" Lalu ia balik bertanya, "Kenapa Anda bertanya begitu?" Lalu aku katakan bahwa sahabat-sahabatku mengatakan (soal tawakkal). Kata mereka, "Jika ada binatang buas di sisi kanan dan kirimu, batinmu sedikit pun tak tergoyahkan.

" Lalu Abu Yazid berkata, "Iya, itu jelas, tetapi seandainya ahli surga menikmati surganya, dan ahli neraka di neraka mendapatkan siksanya, lalu ada sesuatu pemisahan antara kedua golongan itu dalam hati Anda, berarti Anda telah keluar dari tawakkal."(Abu Musa ad-Dubaili) Awal tahap dalam tawakkal adalah hendaknya Anda sebagai hamba Allah di sisi Allah seperti mayat yang ada di hadapan orang yang hendak memandikannya. Si mayat dibolak balik menurut kemauan orang tersebut, dan si mayat itu tetap tak bergerak sama sekali. (Sahl bin Abdullah)

Kapan (bila) seseorang disebut tawakkal kepada Allah? Demikian sebuah pertanyaan ditujukan kepada Yahya bin Mu'adz. Lalu ia menjawab, "Apabila ia benar-benar redha kepada Allah Ta'ala sebagai wakilnya. (Abul Qasim al-Qusyairi) Ibnu Atha' pernah ditanya tentang hakikat tawakkal. Jawabnya, "Hendaknya Anda tidak gerah dengan masalah dunia ketika Anda kekurangan, sebaliknya Anda tidak kehilangan hakikat ketenangan kepada Allah ketika Anda mendapatkan dunia. (Abul Qasim al-Qusyairi)

Ada tiga derajat Tawakkal. Pertama Tawakkal itu sendiri, kedua Taslim, dan ketiga Tafwidl. Orang yang tawakkal merasa tenteram karena janji-Nya. Orang yang Taslim merasa cukup dengan Ilmu-Nya. Sedangkan orang yang Tafwidl merasa ridla dengan aturan jiwa dari-Nya.

Tawakkal adalah permulaan, Taslim pertengahan, Tafwidl pangkalnya

* diambil dari jalan trabas

Tiada ulasan:

Catat Ulasan