Saturday, October 1, 2011

Siapa oRg yang BErilMU ?


Siapa oRg yang BErilMU ?

Siapakah orang yang paling alim (berilmu) setelah para Nabi dan Imam?
 Rasulullah Saw:                          
"Orang yang menggabungkan ilmu sekalian manusia dengan ilmunya".

Dengan apakah ilmu dapat terbuka?
 Rasulullah Saw:
"Ilmu adalah harta simpanan dan kuncinya adalah bertanya".

Apakah zakat ilmu?
 Rasulullah Saw:
"Mengajarkannya pada mereka yang belum mengetahui".

Bagaimana adab belajar ilmu?
 Rasulullah Saw:
"Menyerapnya, menyemaknya, menjaganya lalu mengamalkan dan menyebarkannya".

Berkenaan dengan ilmu, ada empat golongan yang mendapatkan ganjarannya? Siapa saja mereka?
 Imam Baqir as:
"Mereka yang bertanya, yang menjadi pembicara, pendengar dan yang mencintai mereka".


Apa cara mengikat ilmu?
 Rasulullah Saw:
"Dengan menuliskannya".

Apakah pangkal ilmu?
 Rasulullah Saw:
"Makrifat Allah (mengenal Allah) dengan sesungguhnya".

Apakah penyakit ilmu?
 Rasulullah Saw:
"Kelupaan".

Apakah penyakit ulama?
 Imam Ja'far ash-Shadiq as:
"Tamak,  pamer (riya), fanatik, suka pujian, memperpanjang pembicaraan namun tak sampai pada inti, memaksa diri untuk memperindah tutur-kata dengan melebih-lebihkan kosa kata, kurang malu kepada Allah, membanggakan diri dan meninggalkan amal yang dia ajarkan".

Bila seorang alim wajib untuk mengajarkan ilmunya?
 Rasulullah Saw:
"Jika timbul bi'dah dalam umatku, maka orang-orang alim harus mengajarkan ilmunya".

Para ahli fikih akan menjadi penerus para Rasul sepanjang mereka tidak "memasuki dunia". Apa maksudnya?
 Rasulullah Saw:
"Mengikuti penguasa".

Ada dua golongan umat jika mereka baik, maka baiklah semuanya dan jika mereka rosak, maka rosaklah semuanya. Siapakah mereka?
 Rasulullah Saw:
"Fuqaha (para ahli hukum agama) dan umara' (para pejabat pemerintahan)".

Ahli hukum agama manakah yang selayaknya kita ikuti (taqlid)?
 Imam Ja'far ash-Shadiq as:
"Fuqaha yang menjaga diri dan agamanya, melawan nafsunya dan tunduk pada perintah Tuhannya, maka wajiblah bagi orang-orang awam untuk bertaklid kepadanya".

By Encik Sepai  




No comments:

Post a Comment