Wednesday, March 31, 2010

April Fools

April Fool

Tiap tanggal 1 April, ada saja orang terutama anak-anak muda yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau gurau senda . April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April atau lebih popular disebut sebagai April Mop. Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian (pembunuhan) tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari buku Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What? (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005)


SEJARAH APRIL MOP

Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The Aprils Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dapat dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Quran tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Quran. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Quran. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan dapat dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk awam, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.

Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada dapat keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan! demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya dapat memandang ketika tentara Salib juga membakar kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak dapat berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga awam yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).
Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.

Adakah anda termasuk orang yang merayakannya?
( Petikan dari http://abijay.wordpress.com/2008/06/25/sejarah-april-mop/ )

Tuesday, March 30, 2010

Wahyu Terakhir Kepada Rasullullah

WAHYU TERAKHIR KEPADA RASULULLAH

Diriwayatkan bahwa surah Al-Maaidah ayat 3 diturunkan pada sesudah waktu asar yaitu pada hari Jumaat di padang Arafah pada musim haji penghabisan [Wada']. Pada masa itu Rasulullah SAW berada di Arafah di atas unta. Ketika ayat ini turun Rasulullah SAW tidak begitu jelas penerimaannya untuk mengingati isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian Rasulullah SAW bersandar pada unta beliau, dan unta beliau pun duduk perlahan-lahan. Setelah itu turun malaikat Jibril AS dan berkata: "Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan demikian juga apa yang terlarang olehnya. Oleh itu kamu kumpulkan para sahabatmu dan beritahu kepada mereka bahwa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan kamu."

Setelah Malaikat Jibril AS pergi maka Rasulullah SAW pun berangkat ke Mekah dan terus pergi ke Madinah.Setelah Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabat beliau, maka Rasulullah SAW pun menceritakan apa yang telah diberitahu oleh malaikat Jibril AS. Apabila para sahabat mendengar hal yang demikian maka mereka pun gembira sambil berkata: "Agama kita telah sempurna. Agama kila telah sempurna." Apabila Abu Bakar ra. mendengar keterangan Rasulullah SAW itu, maka ia tidak dapat menahan kesedihannya maka ia pun kembali ke rumah lalu mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Abu Bakar ra. menangis dari pagi hingga ke malam.

Kisah tentang Abu Bakar ra. menangis telah sampai kepada para sahabat yang lain, maka berkumpullah para sahabat di depan rumah Abu Bakar ra. dan mereka berkata: "Wahai Abu Bakar, apakah yang telah membuat kamu menangis sehingga begini sekali keadaanmu? Seharusnya kamu merasa gembira sebab agama kita telah sempuma." Mendengarkan pertanyaan dari para sahabat maka Abu Bakar ra. pun berkata, "Wahai para sahabatku, kamu semua tidak tahu tentang musibah yang menimpa kamu, tidakkah kamu tahu bahwa apabila sesualu perkara itu telah sempuma maka akan kelihatanlah akan kekurangannya. Dengan turunnya ayat tersebut bahwa ia menunjukkan perpisahan kita dengan Rasulullah SAW. Hasan dan Husin menjadi yatim dan para isteri nabi menjadi janda." Selelah mereka mendengar penjelasan dari Abu Bakar ra. maka sadarlah mereka akan kebenaran kata-kata Abu Bakar ra., lalu mereka menangis dengan sekuat-kuatnya.

Tangisan mereka telah didengar oleh para sahabat yang lain, maka mereka pun terus memberitahu Rasulullah SAW tentang apa yang mereka lihat itu. Berkata salah seorang dari para sahabat, "Ya Rasulullah SAW, kami baru kembali dari rumah Abu Bakar ra. dan kami dapati banyak orang menangis dengan suara yang kuat di depan rumah beliau." Apabila Rasulullah SAW mendengar keterangan dari para sahabat, maka berubahlah muka Rasulullah SAW dan dengan bergegas beliau menuju ke rumah Abu Bakar ra.. Setelah Rasulullah SAW sampai di rumah Abu Bakar ra. maka Rasulullah SAW melihat kesemua mereka yang menangis dan bertanya, "Wahai para sahabatku, kenapakah kamu semua menangis?." Kemudian Ali ra. berkata, "Ya Rasulullah SAW, Abu Bakar ra. mengatakan dengan turunnya ayat ini membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat. Adakah ini benar ya Rasulullah?." Lalu Rasulullah SAW berkata: "Semua yang dikatakan oleh Abu Bakar ra. adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu semua telah dekat".

Setelah Abu Bakar ra. mendengar pengakuan Rasulullah SAW, maka ia pun menangis sekuat tenaganya sehingga ia jatuh pingsan. Sementara 'Ukasyah ra. berkata kepada Rasulullah SAW, 'Ya Rasulullah, waktu itu saya anda pukul pada tulang rusuk saya. Oleh itu saya hendak tahu apakah anda sengaja memukul saya atau hendak memukul unta baginda." Rasulullah SAW berkata: "Wahai 'Ukasyah, Rasulullah SAW sengaja memukul kamu." Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada Bilal ra., "Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fathimah dan ambilkan tongkatku ke mari." Bilal keluar dari masjid menuju ke rumah Fathimah sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, "Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk dibalas [diqishash]." Setelah Bilal sampai di rumah Fathimah maka Bilal pun memberi salam dan mengetuk pintu. Kemudian Fathimah ra. menyahut dengan berkata: "Siapakah di pintu?." Lalu Bilal ra. berkata: "Saya Bilal, saya telah diperintahkan oleh Rasulullah SAW unluk mengambil tongkat beliau."Kemudian Fathimah ra. berkata: "Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya." Berkata Bilal ra.: "Wahai Fathimah, Rasulullah SAW telah menyediakan dirinya untuk diqishash." Bertanya Fathimah ra. lagi: "Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqishash Rasulullah SAW?" Bilal ra. tidak menjawab perlanyaan Fathimah ra.,
Setelah Fathimah ra. memberikan tongkat tersebut, maka Bilal pun membawa tongkat itu kepada Rasulullah SAW Setelah Rasulullah SAW menerima tongkat tersebut dari Bilal ra. maka beliau pun menyerahkan kepada 'Ukasyah. Melihatkan hal yang demikian maka Abu Bakar ra. dan Umar ra. tampil ke depan sambil berkata: "Wahai 'Ukasyah, janganlah kamu qishash baginda SAW tetapi kamu qishashlah kami berdua." Apabila Rasulullah SAW mendengar kata-kata Abu Bakar ra. dan Umar ra. maka dengan segera beliau berkata: "Wahai Abu Bakar, Umar dudukiah kamu berdua, sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua." Kemudian Ali ra. bangun, lalu berkata, "Wahai 'Ukasyah! Aku adalah orang yang senantiasa berada di samping Rasulullah SAW oleh itu kamu pukullah aku dan janganlah kamu menqishash Rasulullah SAW" Lalu Rasulullah SAW berkata, "Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu." Setelah itu Hasan dan Husin bangun dengan berkata: "Wahai 'Ukasyah, bukankah kamu tidak tahu bahwa kami ini adalah cucu Rasulullah SAW, kalau kamu menqishash kami sama dengan kamu menqishash Rasulullah SAW" Mendengar kata-kata cucunya Rasulullah SAW pun berkata, "Wahai buah hatiku duduklah kamu berdua."

Berkata Rasulullah SAW "Wahai 'Ukasyah pukullah saya kalau kamu hendak memukul." Kemudian 'Ukasyah berkata: "Ya Rasulullah SAW, anda telah memukul saya sewaktu saya tidak memakai baju." Maka Rasulullah SAW pun membuka baju. Setelah Rasulullah SAW membuka baju maka menangislah semua yang hadir. Setelah 'Ukasyah melihat tubuh Rasulullah SAW maka ia pun mencium beliau dan berkata, "Saya tebus anda dengan jiwa saya ya Rasulullah SAW, siapakah yang sanggup memukul anda. Saya melakukan begini adalah sebab saya ingin menyentuh badan anda yang dimuliakan oleh Allah SWT dengan badan saya. Dan Allah SWT menjaga saya dari neraka dengan kehormatanmu." Kemudian Rasulullah SAW berkata, "Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu hendak melihat ahli syurga, inilah orangnya." Kemudian semua para jemaah bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat genting itu. Setelah itu para jemaah pun berkata, "Wahai 'Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperolehi derajat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah SAW di dalam syurga."

Apabila ajal Rasulullah SAW makin dekat maka beliau pun memanggil para sahabat ke rumah Aisyah ra. dan beliau berkata: "Selamat datang kamu semua semoga Allah SWT mengasihi kamu semua, saya berwasiat kepada kamu semua agar kamu semua bertaqwa kepada Allah SWT dan mentaati segala perintahnya. Sesungguhnya hari perpisahan antara saya dengan kamu semua hampir dekat, dan dekat pula saat kembalinya seorang hamba kepada Allah SWT dan menempatkannya di syurga. Kalau telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas hendaklah menuangkan air dan Usamah bin Zaid hendaklah menolong keduanya. Setelah itu kamu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri apabila kamu semua menghendaki, atau kafanilah aku dengan kain yaman yang putih. Apabila kamu memandikan aku, maka hendaklah kamu letakkan aku di atas balai tempat tidurku dalam rumahku ini. Setelah itu kamu semua keluarlah sebentar meninggalkan aku.

Pertama yang akan menshalatkan aku ialah Allah SWT, kemudian yang akan menshalat aku ialah Jibril AS, kemudian diikuti oleh malaikat Israfil, malaikat Mikail, dan yang akhir sekali malaikat lzrail berserta dengan semua para pembantunya. Setelah itu baru kamu semua masuk bergantian secara berkelompok bershalat ke atasku."

Setelah para sahabat mendengar ucapan yang sungguh menyayat hati itu maka mereka pun menangis dengan nada yang keras dan berkata, "Ya Rasulullah SAW anda adalah seorang Rasul yang diutus kepada kami dan untuk semua, yang mana selama ini anda memberi kekuatan dalam penemuan kami dan sebagai penguasa yang menguruskan perkara kami. Apabila anda sudah tiada nanti kepada siapakah akan kami tanya setiap persoalan yang timbul nanti?." Kemudian Rasulullah SAW berkata, "Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan kepada kamu semua dua penasihat yang satu daripadanya pandai bicara dan yang satu lagi diam sahaja. Yang pandai bicara itu ialah Al-Quran dan yang diam itu ialah maut. Apabila ada sesuatu persoalan yang rumit di antara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-Quran dan Hadis-ku dan sekiranya hati kamu itu berkeras maka lembutkan dia dengan mengambil pelajaran dari mati."

Setelah Rasulullah SAW berkata demikian, maka sakit Rasulullah SAW bermula. Dalam bulan safar Rasulullah SAW sakit selama 18 hari dan sering diziaiahi oleh para sahabat. Dalam sebuah kitab diterangkan bahwa Rasulullah SAW diutus pada hari Senin dan wafat pada hari Senin. Pada hari Senin penyakit Rasulullah SAW bertambah berat, setelah Bilal ra. menyelesaikan azan subuh, maka Bilal ra. pun pergi ke rumah Rasulullah SAW. Sesampainya Bilal ra. di rumah Rasulullah SAW maka Bilal ra. pun memberi salam, "Assalaamualaika ya rasulullah." Lalu dijawab oleh Fathimah ra., "Rasulullah SAW masih sibuk dengan urusan beliau." Setelah Bilal ra. mendengar penjelasan dari Fathimah ra. maka Bilal ra. pun kembali ke masjid tanpa memahami kata-kata Fathimah ra. itu.

Apabila waktu subuh hampir hendak lupus, lalu Bilal pergi sekali lagi ke rumah Rasulullah SAW dan memberi salam seperti permulaan tadi, kali ini salam Bilal ra. telah di dengar oleh Rasulullah SAW dan baginda berkata, "Masuklah wahai Bilal, sesungguhnya penyakitku ini semakin berat, oleh itu kamu suruhlah Abu Bakar mengimamkan shalat subuh berjemaah dengan mereka yang hadir."

Setelah mendengar kata-kata Rasulullah SAW maka Bilal ra. pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas kepala dengan berkata: "Aduh musibah." Setelah Bilal ra. sarnpai di masjid maka Bilal ra. pun memberitahu Abu Bakar tentang apa yang telah Rasulullah SAW katakan kepadanya. Abu Bakar ra. tidak dapat menahan dirinya apabila ia melihat mimbar kosong maka dengan suara yang keras Abu Bakar ra. menangis sehingga ia jatuh pingsan. Melihatkan peristiwa ini maka riuh rendah tangisan sahabat dalam masjid, sehingga Rasulullah SAW bertanya kepada Fathimah ra.; "Wahai Fathimah apakah yang telah berlaku?." Maka Fathimah ra. pun berkata: "Kekecohan kaum muslimin, sebab anda tidak pergi ke masjid."

Kemudian Rasulullah SAW memanggil Ali ra. dan Fadhl bin Abas ra., lalu Rasulullah SAW bersandar kepada kedua mereka dan terus pergi ke masjid. Setelah Rasulullah SAW sampai di masjid maka beliau pun bershalat subuh bersama dengan para jemaah. Setelah selesai shalat subuh maka Rasulullah SAW pun berkata, "Wahai kaum muslimin, kamu semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah, oleh itu hendaklah kamu semua bertaqwa kepada Allah SWT dan mengerjakan segala perintahnya. Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari ini adalah hari pertama aku di akhirat dan hari terakhir aku di dunia."

Setelah berkata demikian maka Rasulullah SAW pun pulang ke rumah beliau. Kemudian Allah SWT mewahyukan kepada malaikat lzrail AS, "Wahai lzrail, pergilah kamu kepada kekasihku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut ruhnya maka hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut sekali. Apabila kamu pergi ke rumahnya maka minta izinlah lerlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masukiah kamu ke rumahnya dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali padaku."

Setelah malaikat lzrail mendapat perintah dari Allah SWT maka malaikal lzrail pun turun dengan menyerupai orang Arab Badwi. Setelah malaikat lzrail sampai di depan rumah Rasulullah SAW maka ia pun memberi salam, "Assalaamu alaikum yaa ahla baitin nubuwwati wa ma danir risaalati a adkhulu?" (Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kamu semua sekalian, wahai penghuni rumah nabi dan sumber risaalah, bolehkan saya masuk?) Apabila Fathimah mendengar orang memberi salam maka ia-pun berkata; "Wahai hamba Allah, Rasulullah SAW sedang sibuk sebab sakitnya yang semakin berat."

Kemudian malaikat lzrail berkata lagi seperti dipermulaannya, dan kali ini seruan malaikat itu telah didengar oleh Rasulullah SAW dan Rasulullah SAW bertanya kepada Fathimah ra., "Wahai Fathimah, siapakah di depan pintu itu." Maka Fathimah ra. pun berkata, "Ya Rasulullah, ada seorang Arab badwi memanggil mu, dan aku telah katakan kepadanya bahwa anda sedang sibuk sebab sakit, sebaliknya dia memandang saya dengan tajam sehingga terasa menggigil badan saya." Kemudian Rasulullah SAW berkata; "Wahai Fathimah, tahukah kamu siapakah orang itu?." Jawab Fathimah,"Tidak ayah." "Dia adalah malaikat lzrail, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur." Fathimah ra. tidak dapat menahan air matanya lagi setelah mengetahui bahwa saat perpisahan dengan ayahandanya akan berakhir, dia menangis sepuas-puasnya.

Apabila Rasulullah SAW mendengar tangisan Falimah ra. maka beliau pun berkata: "Janganlah kamu menangis wahai Fathimah, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu dengan aku." Kemudian Rasulullah SAW pun mengizinkan malaikat lzrail masuk. Maka malaikat lzrail pun masuk dengan mengucap, "Assalamuaalaikum ya Rasulullah." Lalu Rasulullah SAW menjawab: "Wa alaikas saalamu, wahai lzrail engkau datang menziarahi aku atau untuk mencabut ruhku?" Maka berkata malaikat lzrail: "Kedatangan saya adalah untuk menziarahimu dan untuk mencabut ruhmu, itupun kalau engkau izinkan, kalau engkau tidak izinkan maka aku akan kembali."

Berkata Rasulullah SAW, "Wahai lzrail, di manakah kamu tinggalkan Jibril?" Berkata lzrail: "Saya tinggalkan Jibril di langit dunia, para malaikat sedang memuliakan dia." Tidak beberapa lama kemudian Jibril AS pun turun dan duduk di dekat kepala Rasulullah SAW.

Apabila Rasulullah SAW melihat kedatangan Jibril AS maka Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai Jibril, tahukah kamu bahwa ajalku sudah dekat" Berkata Jibril AS, "Ya aku tahu." Rasulullah SAW bertanya lagi, "Wahai Jibril, beritahu kepadaku kemuliaan yang menggembirakan aku disisi Allah SWT" Berkata Jibril AS, "Sesungguhnya semua pintu langit telah dibuka, para malaikat bersusun rapi menanti ruhmu dilangit. Kesemua pintu-pintu syurga telah dibuka, dan kesemua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu."

Berkata Rasulullah SAW: "Alhamdulillah, sekarang kamu katakan pula tentang umatku di hari kiamat nanti." Berkata Jibril AS, "Allah SWT telah berfirman yang bermaksud,"Sesungguhnya aku telah melarang semua para nabi masuk ke dalam syurga sebelum engkau masuk terlebih dahulu, dan aku juga melarang semua umat memasuki syurga sebelum umatmu memasuki syurga."Berkata Rasulullah SAW: "Sekarang aku telah puas hati dan telah hilang rasa susahku."

Kemudian Rasulullah SAW berkata: "Wahai lzrail, mendekatlah kamu kepadaku." Selelah itu Malaikat lzrail pun memulai tugasnya, apabila ruh beliau sampai pada pusat, maka Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai Jibril, alangkah dahsyatnya rasa mati." Jibril AS mengalihkan pandangan dari Rasulullah SAW apabila mendengar kata-kata beliau itu. Melihatkan telatah Jibril AS itu maka Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai Jibril, apakah kamu tidak suka melihat wajahku?" Jibril AS berkata: "Wahai kekasih Allah, siapakah orang yang sanggup melihat wajahmu dikala kamu dalam sakaratul maut?"

Anas bin Malik ra. berkata: "Apabila ruh Rasulullah SAW telah sampai di dada beliau telah bersabda,"Aku wasiatkan kepada kamu agar kamu semua menjaga shalat dan apa-apa yang telah diperintahkan ke atasmu."Ali ra. berkata: "Sesungguhnya Rasulullah SAW ketika menjelang saat-saat terakhir, telah mengerakkan kedua bibir beliau sebanyak dua kali, dan saya meletakkan telinga, saya dengar Rasulullah SAW berkata: "Umatku, umatku." Telah bersabda Rasulullah SAW bahwa: "Malaikat Jibril AS telah berkata kepadaku; "Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan sebuah laut di belakang gunung Qaf, dan di laut itu terdapat ikan yang selalu membaca selawat untukmu, kalau sesiapa yang mengambil seekor ikan dari laut tersebut maka akan lumpuhlah kedua belah tangannya dan ikan tersebut akan menjadi batu."

Zikir Malaikat Sepanjang zaman


ZIKIR MALAIKAT SEPANJANG ZAMAN

Zikir adalah cahaya akal, kehidupan jiwa, dan penerang hati”

Dalam kitab tafsir Al-Khazin, Abdullah bin Abbas meriwayatkan hadis berikut, “Ketika Allah menciptakan ‘Arsy, Dia perintahkan kepada sejumlah malaikat untuk memikulnya. Kemudian, mereka merasakannya sebagai sebuah beban yang agak berat. Karena itu Allah berfirman kepada mereka, “Katakan Subhanallah.” Lalu, para malaikat mengucapkan kalimat itu, hingga ringanlah beban pikulan mereka. Sejak saat itu mereka mengucapkan kalimat > Subhanallah > tersebut sepanjang zamannya sampai kemudian Allah menciptakan Nabi Adama.s.

Ketika Allah ciptakan Adam, Adam tiba-tiba bersin. Allah mengilhamkan kepadanya agar mengucapkan Alhamdulillah, dan Adam pun mengucapkannya. Usai Adam mengucapkan kalimat tersebut, Allah kemudian menjawabnya dengan kalimat, “Yarhamukallah, semoga Allah menyayangimu. Dan, dengan rahmat serta kasih sayang sajalah maka aku menciptakanmu.” Para malaikat kemudian berkata, “Ini adalah kalimat yang sangat agung, karena itu ia tidak layak untuk dilalaikan.” Mereka pun kemudian menggabungkan kalimat ini dengan kalimat sebelumnya, sehingga mereka membacanya menjadi ‘Subhanallah walhamdulillah’. Dan, dengan dua kalimat ini terasa lebih ringan bagi mereka memikul ‘Arsy. Kemudian dua kalimat ini mereka sebut-sebut dalam zikir mereka sampai Allah mengutus Nabi Nuh a.s.

Umat Nabi Nuh adalah umat pertama yang menyembah berhala dan menjadikannya sebagai tuhan. Kemudian, Allah mewahyukan kepada Nuh untuk menyampaikan kepada kaumnya kalimat ‘Laa > > ilaaha illallah, tiada tuhan selain Allah’. Nuh pun dengan penuh taat menyampaikan kalimat tersebut kepada kaumnya. Mendengar kalimat ini para malaikat merasa sangat berbahagia. Mereka kemudian menggabungkan kalimat terakhir ini dengan dua kalimat sebelumnya, sehingga mereka membaca sepanjang waktu kalimat-kalimat ‘Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah’ sampailah kemudian Allah mengutus Nabi Ibrahim a.s.

Ketika Allah mengutus Nabi Ibrahim dan memerintahkannya untuk berkorban dan menyembelih seekor domba sebagai ganti dari putranya Ismail, seketika itu dia berkata ‘Allahu akbar’ sebagai ungkapan rasa senang dan gembira. Para malaikat pun berkata, “Sungguh indah kalimat yang keempat ini.” Dan, mereka pun menggabungkan kalimat ini dengan tiga kalimat sebelumnya, sehingga mereka membaca sepanjang zaman kalimat-kalimat ‘Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallaahu akbar’.

Ketika riwayat ini disampaikan oleh malaikat Jibril a.s kepada Nabi Muhammad s.a.w., dengan nada takjub Nabi berkata ‘Laa haula walaa > quwwata > illaa > > billaahil ‘aliyyil ‘azhim. Mendengar kalimat tersebut kemudian malaikat Jibril menggabungkan kalimat terakhir ini dengan empat kalimat sebelumnya sehingga menjadi:

“Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallaahu > akbar > walaa > > haula walaa quwwata illaa billahi ‘aliyyil ‘azhim”

Thursday, March 25, 2010

Rahsia Puasa


Puasa merupakan ubat ajaib semulajadi yang tertua sekali, yang diketahui dan diamalkan oleh manusia. Hampir semua agama menganjurkan penganutnya supaya berpuasa menurut kaedah masing-masing.

Puasa adalah antara rahsia cendiakawan Islam silam yang terulung memperolehi kecemerlangan daya ingatan dan kehebatan daya kecerdasan.

Kekenyangan itu menumpulkan fikiran, kelaparan menajamkan fikiran.

Imam Syafie terkenal dengan kepintaran dan kekuatan hafazan. Ketika berusia 15 tahun, beliau sudah bertaraf ulama’ besar dan layak memberi fatwa. Beliau sentiasa mengamalkan puasa sunat. Pada suatu hari, beliau menceritakan bahawa beliau sudah 16 tahun tidak pernah kenyang. Dengan mengamalkan ‘rahsia ajaib’ inilah, para cerdik pandai Islam pada era kegemilangan Islam dahulu menjadi terlalu pintar dan ‘genius’. Kebanyakan mereka mula berpuasa sunat sebelum mencecah usia ‘baligh’ dan diteruskan sehingga ke akhir hayat mereka.

Puasa merupakan ‘keajaiban dari langit’ kerana mempunyai kuasa yang menakjubkan, bukan sahaja ia mampu menguatkan mental bahkan fizikal, jiwa dan perasaan. Puasa digunakan oleh ahli-ahli kerohanian Islam yang dikenali sebagai sufi dan ahli-ahli kebatinan untuk memperkuatkan jiwa dan kerohanian mereka. Bahkan seorang tokoh kebatinan berkata, “Jika seseorang ingin mendapat keramat atau melakukan perkara-perkara yang ajaib, maka hendaklah dia berpuasa selama satu tahun dan enam bulan secara terus-menerus. Hasilnya rohnya akan menjadi terlalu kuat sama seperti roh-roh di langit dan dia boleh membebaskan diri seperti berjalan di atas air, terbang di udara, tak lut dibakar api dan sebagainya.”

Anda tidak digalakkan melakukannya. Saya cuma anda memetik kesimpulannya, ” Bahawa di dalam puasa, terdapat keajaiban yang luar biasa yang tidak terjangkau oleh akal fikiran manusia. Ia mampu melahirkan kekuatan fizikal, mental dan kerohanian yang luar biasa.”

Tahukah anda bahawa pada setiap hari, lebih enam juta penduduk Amerika Syarikat berpuasa untuk pelbagai tujuan !! Antaranya ialah untuk mendapat awet muda, mengurangkan berat badan, mendapat tubuh badan yang menarik, MENINGGIKAN KECERDASAN MENTAL, berjimat, kesihatan tubuh badan, selaku ‘overhaul tubuh’, menurunkan tekanan darah, mengurangkan ketegangan, menurunkan kadar kolestrol, meningkatkan tenaga batin dan ghairah seksual, mengurangkan stress, tidur lebih nyenyak, memberi kesempatan kepada tubuh untuk menyembuhkan penyakit dan mengurangi kebergantungan terhadap ubat-ubat bius, pil tidur, narkotik dan segala jenis dadah.

Jadi, terbuktilah kebenaran hadis nabi s.a.w., “Berpuasalah kamu agar kamu menjadi sihat.” (Hadis riwayat Ibnu Sunni dan Abu Nuaim daripada Abu Hurairah ra.). Tabib-tabib Islam juga menegaskan bahawa perut (ma’idah) merupakan punca dan sumber segala penyakit. Kalau sihat ma’idah, sihatlah badan keseluruhannya. Puasa adalah cara yang terbaik untuk merehatkan beban kerja ma’idah dan beberapa organ di dalam tubuh badan seperti jantung, buah pinggang, hati dan lain-lain. Kerehatan ini amat perlu untuk memulihkan prestasi organ-organ tersebut. Nabi Muhammad s.a.w. juga pernah bersabda, “Perut itu rumah segala penyakit manakala puasa adalah raja segala ubat. Oleh itu, jadikanlah ia kebiasaan kamu.”

Ahli-ahli perubatan Islam, Timur dan Barat berjaya membuktikan bahawa puasa boleh menyihatkan tubuh badan, mental dan rohani. Terdapat ahli-ahli perubatan Barat menggalakkan setiap orang, sama ada sihat atau sakit supaya berpuasa dua hari pada setiap minggu. Ini sangat bertepatan dengan agama Islam yang menganjurkan supaya umatnya berpuasa pada hari Isnin dan Khamis pada setiap minggu. Institut Rawatan Kesihatan di India pula menganjurkan supaya rakyatnya berpuasa sekali seminggu untuk mempertingkatkan kesihatan. Melalui amalan tersebut, ia dapat merangsang pertumbuhan hormon, memberikan daya tahan penyakit, merehatkan sistem penghadaman selama sehari dan membantu MENAJAMKAN FIKIRAN.

Penyelidik-penyelidik perubatan menemui bahawa puasa merupakan satu kaedah yang terbaik dalam merawat penyakit dan sebagai penjagaan dari penyakit. Ia dibuktikan dapat membersihkan tubuh badan dari toksid-toksid atau racun-racun. Ia juga membersihkan sisa-sisa makanan yang tidak berguna di dalam perut dan usus di mana sekiranya dibiarkan maka ia akan menjadi sarang kepada kuman yang membawa pelbagai penyakit serius. Menurut Dr. Mac Fadon, seorang doktor Amerika, “Puasa adalah seperti tongkat ajaib yang dapat menyembuhkan penyakit yang membabitkan perut.”

Menurut ilmu biologi, sewaktu perut dan usus melakukan proses pencernaan, otak tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik. Ini disebabkan tenaga dan pengaliran darah tertumpu kepada kerja-kerja penghadaman makanan. Sebab itulah apabila kita melakukan aktiviti-aktiviti yang menggunakan otak seperti berfikir atau membaca ketika kenyang, kita menjadi mengantuk dan lemah daya fikiran. Ketika berpuasa, tenaga dan pengaliran darah tertumpu kepada otak. Ini menjadikan otak dapat bekerja dengan lancar dan memberi peluang kepada diri kita untuk melaksanakan aktiviti-aktiviti yang menggunakan mental dan fizikal yang berkesan.

Atau dengan kata lain, ketika kita sedang berpuasa, aliran darah kepada organ-organ pencernaan berkurangan kerana ianya kurang diperlukan. Dengan demikian, darah dari organ-organ pencernaan akan mengalir serta tertumpu ke otak. Ini menjadikan otak lebih ‘pick-up’, bertenaga dan daya fikiran menjadi tajam.

Sebab itulah para ulama’, sami, paderi dan pendita dari agama Islam, Buddha, Kristian, Hindu dan lain-lainnya kebanyakan mengamalkan makan sedikit sahaja. Amalan sedemikian menyebabkan mereka dapat memberikan tumpuan yang baik terhadap pembelajaran dan pengajaran agama mereka.

Luqman Al-Hakim menasihati anaknya, “Wahai anakku, apabila perut dipenuhi makanan, maka gelaplah fikiran, bisulah lidah dari menuturkan hikmah (kebijaksanaan) dan malaslah segala anggota badan untuk beribadah.”. sewaktu bersekolah, ustaz saya selalu berkata, “Tegang urat perut, kendur urat mata.” Maksudnya apabila perut dalam kekenyangan, mata pun mula mengantuk dan kita menjadi malas.

hiasan
Sahabat Nabi s.a.w., Abdullah b. Mas’ud berkata, “Empat perkara yang mengelapkan hati atau melembapkan otak : perut yang terlalu kenyang, berkawan dengan orang yang suka membuat maksiat, tidak insaf terhadap dosa-dosa yang lalu dan panjang angan-angan.”

Dr. Alan Cott, Seorang pakar perubatan Amerika Syarikat melaporkan terhadap penyelidikan psikologi membuktikan bahawa puasa mempergaruhi darjah kecerdasan seseorang. Ujian dilakukan terhadap sekumpulan orang yang rajin berpuasa dan sekumpulan orang yang tidak berpuasa. Keputusannya, ternyata menunjukkan bahawa orang yang rajin berpuasa memperolehi skor (markah) yang jauh lebih tinggi dalam ujian berbanding dengan orang yang tidak berpuasa.

Sekiranya anda mempunyai impian untuk menjadi manusia yang bijak, amalkan ‘rahsia’ ini. Namun begitu, sebelum anda dapat memetik hasilnya, ianya perlulah menjadi amalan rutin anda terlebih dahulu. Nah, mulai sekarang amalkan berpuasa sunat pada setiap hari Isnin dan Khamis setiap minggu.

Itulah anugerah ALLAH kepada hamba-hambanya bagi kita berfikir. Setiap kejadian Allah Ada saujana hikmah...nya.

Awas Panadol



Panadol : cerita disebaliknya


"Suami saya bekerja sebagai Jurutera IT di sebuah hospital, di mana pihak hospital sedang menyiapkan pengkalan data untuk pesakitnya. Dia mengenali rapat doktor tersebut. Doktor memberitahu suami saya, apabila mengalami sakit kepala, mereka sendiri tidak sanggup mengambil Panadol atau Paracetamol. Sebaliknya, mereka akan mencari ubatan herba Cina atau mencari altenatif lain. 

Ini kerana Panadol adalah bertoksik kepada tubuh kita. Ia merosakkan organ hati. Menurut doktor tersebut, Panadol akan tinggal di dalam tubuh selama sekurang-kurangnya 5 tahun. Menurutnya lagi, pernah berlaku seorang pramugari menelan terlalu banyak Panadol semasa kedatangan haid kerana tugasnya perlu berdiri sepanjang masa penerbangan. Dia kini baru berumur 30-an tetapi sudah perlu menjalani rawatan buah pinggang (dialisis) setiap bulan. 

Seperti kata doktor tersebut, sakit kepala disebabkan ketidak-seimbangan elektron/ion di dalam sel otak. Sebagai rawatan alternatif, beliau mencadangkan membeli sebotol atau 2 botol minuman isotonik, campurkan dengan air minuman pada kadar 1:1 atau 1:2. Mudahnya, secawan isotonik dengan 2 cawan air minuman. 

Saya dan suami pernah mencuba kaedah ini dan mendapati ia berkesan. Kaedah lain ialah merendam kaki ke dalam besin yang mengandungi air suam. Ia akan memberi tekanan darah menurun dari kepala anda. 

Panadol adalah sejenis "painkiller", semakin banyak anda mengambilnya, semakin lama semakin kurang kesannya kepada anda. Bererti anda perlukan dos yang lebih lagi apabila ia kurang berkesan. 

Kita semua akan jatuh sakit apabila usia kita semakin meningkat. Untuk wanita, mereka akan melalui pengalaman melahirkan zuriat. Bayangkan mereka akan diberi dos yang kuat apabila terpaksa melalui proses beranak melalui pembeda han . Jika anda terlalu banyak mengambil Panadol atau Paracetamol sepanjang hidup anda, seperti mereka yang ada migrain, ia akan memberi kesan sifar terhadap kesakitan yang anda alami dan anda memerlukan ubat yang lebih kuat lagi untuk mengurangkan rasa sakit. Adakah anda sanggup diberi dadah yang kuat seperti morfin?


Wednesday, March 24, 2010

ALLAH AKBAR





RAHSIA METAMATIK KALAM ALLAHUAKBAR

Kalam Allahuakbar terbina (dalam huruf arab) dari 8 huruf iaitu; Alif, Lam, Lam, Ha, Alif, Kaf, Ba & Ra. Nilai gematrikal (nilai berangka yang ditugaskan kepada huruf) untuk Alif adalah 1, nilai huruf Lam adalah 30, nilai huruf Ha adalah 5, nilai huruf Kaf adalah 20, nilai huruf Ba adalah 2 manakala nilai huruf Ra adalah 200. Nilai gematrikal keseluruhan (dicampurkan kesemua nilai gematrikal huruf-huruf yang terbina pada kalam Allahuakbar) adalah 289. Seterusnya nilai 289 ini dikecilkan; 2+8+9 = 19. Seterusnya jika dikecilkan lagi; 1+9 = 1.
Maka, ringkasnya – kalam ALLAHUAKHBAR memiliki nilai 289 >> 19 >> 1
NILAI 19 umpama SEBUAH FENOMENA RAHSIA NOMBOR & METAMATIK di dalam ALQURAN. Contoh yang paling JELAS adalah SUSUNAN 19 HURUF yang mendirikan ayat PERTAMA di dalam susunan ALQURAN iaitu “BISMILLAHIRRAHMAN NIRRAHEEM”. Ayat ini merupakan ayat 1 bagi surah AL-FATIHAH (UMMUL AL-QURAN). Tanpanya gugurlah surah, yang seterusnya bakal membatalkan ibadah.
KALAM BISMILLAH ADALAH AYAT PERTAMA (dalam susunan al Quran) terbina dari 19 HURUF (19 >> 1) . Manakala KALAM ALLAHUAKBAR (miskipun tidak terbina dari 19 huruf) MEMILIKI NILAI gematrikal (nilai berangka yang ditugaskan kepada huruf) 289 >> 19 >> 1.
Al-Fatihah mengawali SURAH-SURAH, dan ia di awali dengan BISMILLAH.
ALLAHUAKBAR mengawali laungan AZAN, qamad, TAKBIR RAYA, KHUTBAH RAYA dan TAKBIRATUL IHRAM. Ia juga MENGAWALI PERGERAKAN-PERGERAKAN (peralihan posisi) DI DALAM SOLAT.

KEKUNCI METAMATIK KALAM ALLAHUAKBAR DI DALAM SOLAT

Sebelum MULA SOLAT, kita sebut ALLAHUAKBAR (Takbiratul Ihram)
Sebelum RUKU, kita sebut ALLAHUAKBAR
Sebelum SUJUD, kita sebut ALLAHUAKBAR
Sebelum duduk antara dua sujud, kita sebut ALLAHUAKBAR
Sebelum SUJUD ke 2, kita sebut ALLAHUAKBAR
dan SEBELUM DUDUK TAHAYAT AWAL atau AKHIR, kita sebut ALLAHUAKBAR
Makanya ada 5 TAKBIR ALLAHUAKBAR dalam SATU RAKAAT yang tiada tahayat. Manakala bagi rakaat yang ada tahayat awal atau akhir jumlah TAKBIR ALLAHUAKBAR ada 6.
SOLAT FARDHU
Seharian kita SOLAT FARDHU 5 KALI SEHARI SEMALAM. Ia terbina dengan 17 RAKAAT. Maka, bacaan takbir ALLAHUAKBAR secara keseluruhannya adalah:
SUBUH >> 2 rakaat (ada 1 tahayat) >> 5 + 6 = 11
ZUHUR >> 4 rakaat (ada 2 tahayat) >> 5 + 6 + 5 + 6 = 22
ASAR >> 4 rakaat (ada 2 tahayat) >> 5 + 6 + 5 + 6 = 22
MAGHRIB >> 3 rakaat (ada 2 tahayat) >> 5 + 6 + 6 = 17
ISYA’ >> 4 rakaat (ada 2 tahayat) >> 5 + 6 + 5 + 6 = 22
JUMLAH BESAR >>> 11 + 22 + 22 + 17 + 22 = 94
SOLAT SUNAT RAWATIB
Selain SOLAT FARDHU, kita juga dituntut (digalakan) untuk melakukan SOLAT SUNAT TATHAWWU atau SUNAT RAWATIB, iaitu solat yang mengiringi (sebelum atau sesudah) solat fardhu. Ada 7 solat sunat yang digalakkan iaitu:
SEBELUM SUBUH >> 2 Rakaat (1tahayat) >> 5 + 6 = 11
SEBELUM ZUHUR >> 2 Rakaat (1tahayat) >> 5 + 6 = 11
SELEPAS ZUHUR >> 2 Rakaat (1tahayat) >> 5 + 6 = 11
SEBELUM ASAR >> 2 Rakaat (1tahayat) >> 5 + 6 = 11
SELEPAS MAGHRIB >> 2 Rakaat (1tahayat) >> 5 + 6 = 11
SEBELUM ISYA’ >> 2 Rakaat (1tahayat) >> 5 + 6 = 11
SELEPAS ISYA’ >> 2 Rakaat (1tahayat) >> 5 + 6 = 11
JUMLAH BESAR >> 11 X 7 = 77
JIKA DIJUMLAH KESEMUA BILANGAN BAGI 5 SOLAT FARDHU dan 7 SOLAT SUNAT di atas, JUMLAHNYA ADALAH >> 94 + 77 = 171
(JUMLAH 171 ADALAH BERSAMAAN DENGAN 19 x 9 !!)
(fakta: angka 19 digunakan sebagai pembahagi)
BUKANKAH ANGKA 9 ADALAH JUMLAH BILANGAN SYAHADAH YANG DIUCAPKAN SEHARI-SEMALAM DI DALAM 17 RAKAAT SOLAT??
Fikir-fikirkan dan renung-renungkan…

Kumpulan doa



Kumpulan doa

Doa Penutup majlis
Subhanakallohumma wa bihamdika, Asyhaduallaillaha illa anta astaghfiruka
waatubu ilaika
Maha Suci Engkau, ya Alloh, aku memujiMu. Aku bersaksi tiada Illah yang berhak disembah
kecuali Engkau aku mohon ampun dan bertaubat kepadaMu

Doa kepada kedua orangtua
Allah hummaghfirli waliwalidaiyya war hamhumma kamaa robbayaani shogiro
Ya Allah, ampunilah kedua orang tuaku dan kasihanilah mereka berdua sebagaimana
mereka mendidikku sewaktu kecil

8 Permohonan dalam duduk antara dua sujud
Rabbighfirlii (ampuni aku), Warhamnii (sayangi aku), Wajburnii (tutupi aib-aibku)
Warfa’nii (angkat derajatku), Warzuqnii (beri aku rizki), Wahdinii (beri aku petunjuk)
Wa’afinii (sehatkan aku), Wa’fuani (maafkan aku).

Persediaan sebelum berZikir
Hubungkan rasa Ingat Anda kepada Allah
Timbulkan rasa rindu dan cinta kepada Allah
Hadirkan hati anda dan pasrahkan jiwa raga
Mohonlah bimbingan kepada-Nya
Ya Allah Ampuni kami
Ya Allah Ajarkan kami dan bimbinglah kami
didalam menuju makrifat kepada Engkau
Ya Allah lindungilah kami dari
godaan nafsu dan syetan yang terkutuk
Bismillahirrahmanirrahiem…… (basmallah)
Asyhadu anlaa ilaha ilallah ... (syahadat)
Allahumma shalli `ala Muhammad ... (shalawat)
Ya … Allah … Ya Allah …Ya Allah …Ya Allah
Ya Allah … Ya Allah …Ya Allah

Doa dan petikan dari Al Hikam
Ya Allah ... masukkan kami ke dalam golongan mereka yang telah Engkau berikan
kepada mereka yang berbaik sangka terhadapMu
Ya Allah ... rezekikanlah kami dengan kurniaMu Yang Maha Sempurna sebagaimana yang Kau berikan kepada mereka yang diterangi dengan cahaya NurMu Yang Maha Agung
Ya Allah ...jauhilah dan lindungi kami dari golongan mereka yang sesat lagi menyesatkan

Doa Pembuka Majlis
A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim Bismillaahir rahmaanir rahiim Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin
wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Hak-Hak dan Hukum Waktu
Waktu Taat : wajib kita pandang
amalan ibadat yang mampu kita
lakukan itu adalah KURNIA dari Allah
Waktu Nikmat : wajib kita SYUKUR pada
ANUGERAH Allah
Waktu Bala : wajib kita BERSABAR
dgn ujian dan QadaNya
Waktu Maksiat : wajib kita
segera BERTAUBAT

"Jika salah seorang diantara kalian telah menyelesaikan bacaan
tasyahhud akhirnya, hendaklah ia meminta perlindungan kepada
Allah dari empat hal. Hendaknya ia berkata : 'Ya Allah, aku
memohon perlindungan pada Mu dari siksa Neraka Jahannam, adzab
kubur, fitnah (cobaan) hidup dan mati serta dari keburukan
fitnah Dajjal."

DOA ZIARAH NABI DARI JAUH





Doa ziarah kepada Nabi saw dari kejauhan





Hari kelahiran Nabi saw sebentar lagi akan tiba, hari yang sangat mulia dan penuh berkah. Mari kita jadikan hari yang mulia itu sebagai wasilah untuk mendapatkan syafaat Rasulullah saw dan keluarga sucinya, di dunia dan akhirat. Kita jadikan 

hari kelahiran Nabi saw sebagai media untuk memperbaharui baiat (janji setia) kita kepada beliau, mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya. Di antara amalan yang sangat utama di hari kelahiran Nabi saw adalah membaca doa ziarah kepada beliau. Doa ziarah ini dikenal dengan “ziarah Nabi saw minal bu’di”, ziarah kepada Nabi saw dari kejauhan yakni dari selain kota Madinah Al-Munawwarah. Yang berminat secara lengkap silahkan di website Alfusalam

Berikut ini sebagian dari terjemahannya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang Ya Allah, sampaikan selawat kepada Rasulullah dan keluarganya Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya, Muhammad adalah Sayyidul awwalin wal-akhirin, penghulu para nabi dan rasul. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan Ahlul baitnya para Imam yang baik.

Salam atasmu, ya Rasulullah
Salam atasmu, duhai nabi Allah
Salam atasmu, duhai pilihan Allah
Salam atasmu, duhai rahmat Allah
Salam atasmu, duhai pilihan Allah
Salam atasmu, duhai kekasih Allah
Salam atasmu, ya Najiballah

Ya Rasulullah, aku bersaksi bersama setiap yang bersaksi, dan membela dari setiap penentang, bahwa engkau telah: menyampaikan seluruh risalah Rabbmu dan menasehati ummatmu, berjuang di jalan Rabb-Mu dan menerangkan perintah-Nya, menanggung beban yang menyakitkan, mengajak ke jalan-Nya dengan bijaksana dan nasehat yang baik dan indah, dan menyampaikan kebenaran, engkau menyayangi orang-orang mukmin dan bersikap tegas terhadap orang-orang kafir, mengabdi kepada Rabbmu dengan tulus-ikhlas sehingga engkau dipanggil ke hadirat-Nya, Karena itu Allah menganugerahkan kepadamu kedudukan yang paling mulia dari semua kedudukan orang-orang yang dimuliakan, tempat yang paling tinggi dari semua tempat para muqarrabin dan darjat yang paling mulia dari darjat para rasul. Ya Allah, curahkan semua (selawat-Mu dan kesempurnaan keberkahan-Mu, keutamaan kebaikan-Mu,kemuliaan salam dan karamah serta rahmat-Mu; selawat para malaikat-Mu Al-Muqarrabin dan selawat para nabi-Mu, selawat para imam pilihan-Mu dan selawat hamba-hamba-Mu yang saleh, selawat seluruh penduduk langit dan bumi, dan selawat seluruh makhluk-Mu terdahulu dan kemudian yang bertasbih kepada-Mu ya Rabbal ‘alamin)



Sampaikan semua selawat itu kepada Muhammad hamba-Mu dan Rasul-Mu, kesaksian-Mu dan Nabi-Mu, kepercayaan-Mu, rahasia-Mu dan kemuliaan-Mu, kekasih-Mu dan pilihan-Mu. Ya Allah, Engkau berfirman kepada Nabi-Mu Muhammad saw: “Kalau sekiranya mereka ketika menzalimi diri mereka datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka dapati Allah Maha Menerima taubat lagi Maha Menyayangi.” (An-Nisa’: 64).



Aku tidak hadir disisi Rasul-Mu saw ketika beliau masih hidup. Ya Allah, kini aku datang untuk berziarah kepadanya karena aku mencintainya, ingin bertaubat dari keburukan amalku, aku mengakui dosa-dosaku dan memohon ampun kepada-Mu, Engkau lebih mengetahui dosa-dosaku daripadaku.



Aku menghadap kepada-Mu dengan Nabi-Mu, Nabi pembawa rahmat (semoga selawat-Mu tercurahkan kepadanya dan keluarganya), maka jadikan aku, ya Allah, dengan Muhammad dan Ahlul baitnya, orang yang mulia di sisi-Mu di dunia dan akhirat, dan tergolong kepada orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah.



Ya Allah, anugerahkan kepadaku dari sisi-Mu maghfirah, rahmat dan rizki yang luas, yang baik dan bermanfaat sebagaimana yang telah Kau anugerahkan kepada orang yang datang kepada Nabi-Mu Muhammad saw ketika beliau hidup, lalu ia mengakui 
dosa-dosanya dan Rasul-Mu (semoga selawat tercurahkan kepadanya dan Ahlul baitnya) memohonkan ampunan baginya, lalu Engkau mengampuninya dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.

Ya Allah, sungguh aku mendambakan dan mengharapkan-Mu, aku berdiri di hadapan-Mu, berpaling dari selain-Mu, aku berharap limpahan pahala-Mu. Sungguh kini aku mengakui dosa-dosaku, tidak mengingkarinya, aku bertaubat kepada-Mu dari perbuatan dosa yang telah kulakukan. Dengan semua ini aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku yang mengharuskan siksa-Mu.



Aku berlindung kepada-Mu dengan kemuliaan wajah-Mu dari kedudukan yang hina pada hari diangkatkan segala tirai dan ditampakkan segala rahsia dan aib. Yaitu, hari kerugian dan penyesalan. Hari yang gersang dan panas, hari kiamat dan perpisahan, hari pembalasan, hari yang bandingannya 50.000 tahun, hari ditiupnya sangkakala, hari yang penuh dengan ketakutan, hari manusia dibangkitkan kembali dan dikumpukan. Hari manusia bangkit menuju Rabb alam semesta. Hari manusia lari dari saudaranya, dari ibunya, dari bapanya, dari pasangannya, dan anak-anaknya. Hari bumi dihancurkan dan langit dibinasakan, hari setiap manusia datang menangis dan menyesali dirinya.

Hari manusia dikembalikan kepada Allah lalu diberitahukan kepada mereka amal perbuatan mereka, hari yang tidak ada seorang pun pelindung yang dapat memberi perlindungan dan tak seorang pun mendapat pertolongan kecuali orang yang dikasihi Allah, karena Dialah Yang Maha Mulia dan Maha Pengasih.

Hari manusia dikembalikan ke alam ghaib dan alam kesaksian, hari manusia dikembalikan kepada Allah Pelindung Yang Benar, hari mereka keluar bergegas dari alam kubur seakan mereka berlari menuju nasibnya yang baik, seperti belalang yang 
bertebaran, mereka berlari ketakutan menghadap Malaikat yang memanggil menuju Allah.







Hari itu hari kiamat, hari bumi digoncangkan, langit bagaikan nanah mayat, gunung-gunung hancur berserakan, hari yang tak bertanyakan lagi panasnya air yang sedang mendidih, hari bersaksi dan disaksikan, hari para malaikat berbaris dan 
bersaf-saf.


Ya Allah, kasihi keadaanku pada hari itu dengan keadaanku hari ini. Jangan hinakan aku pada hari itu karena kezalimanku terhadap diriku. Ya Rabbi, jadikan perjalananku pada hari itu bersama para kekasih-Mu, dan mahsyar (tempat berkumpul) 
ku bersama golongan Muhammad dan ahlul baytnya. Jadikan telaga Muhammad tempat kembaliku, dan cahaya kemuliaannya keberangkatanku. Berikan padaku buku catatan amalku di tangan kananku sehingga aku beruntung dengan amal-amal baikku. Dengannya putihkan wajahku, mudahkan hisabku, lebihkan timbanganku. Berangkatkan aku bersama orang-orang yang beruntung dari hamba-hamba-Mu yang saleh menuju ridha-Mu dan surga-Mu ya Ilahal ‘alamin.


Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu Jangan hinakan aku pada hari itu di hadapan-Mu dan makhluk-Mu karena rahasiaku. Jangan pertemukan aku dengan kehinaan dan penyesalan karena dosa-dosaku Jangan tampakkan keburukan-keburukanku di atas kebaikan-kebaikanku Jangan puji aku dengan namaku di hadapan makhluk-Mu Ya Karim ya karim, maafkan aku, ampuni aku. Ya Allah, lindungi keadaanku hari itu dari keadaan orang-orang yang buruk, dari kedudukan orang-orang yang celaka.




Jika Kau bedakan di antara makhluk-makhluk-Mu lalu Kau pisahkan mereka menurut amal-amal mereka munuju tempat tinggal mereka, maka masukkan aku dengan rahmat-Mu ke pada kelompok hamba-hamba-Mu yang saleh dan para kekasih-Mu menuju ke surga-Mu ya Rabbal ‘alamin.

Salam atasmu, Ya Rasulullah Salam atasmu, wahai pembawa berita bahagia dan peringatan Salam atasmu, wahai pelita yang menerangi Salam atasmu, wahai duta di hadapan Allah dan makhluk-Nya Ya Allah, jangan jadikan kesempatan ini sebagai kesempatan yang terakhir untuk berziarah kepada Nabi-Mu saw. Jika Kau matikan aku, aku akan bersaksi dalam kematianku seperti apa yang kupersaksikan dalam hidupku, bahwa: Engkau adalah Allah, tiada Rabb selain Engkau Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Mu, Muhammad adalah hamba-Mu dan Rasul-Mu, para Imam dari Ahlul baytnya adalah para kekasih-Mu, pasukan-Mu dan hujjah-Mu terhadap makhluk-Mu, para khalifah-Mu atas hamba-hamba-Mu, orang-orang yang paling alim di seluruh negeri-Mu, khazanah ilmu-Mu, pemelihara rahasia-Mu dan penterjemah wahyu-Mu.

Ya Allah, sampaikan selawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sampaikan salam dan hormatku kepada ruh Nabi-Mu Muhammad dan keluarganya saat ini dan setiap saat. Ya Rasulullah, semoga salam, rahmat dan keberkahan Allah senantiasa tercurahkan kepadamu. Dan semoga Allah tidak menjadikan salam ini sebagai salamku yang 








terakhir padamu. (Kitab Mafâtihul Jinân, bab 3: 319)